<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/2273281210071836159?origin\x3dhttp://natsumiaya.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Natsumi Aya
A Simple Girl : Explorer. Listener.
Natsumi Aya ♥
Simple girl.
Taurus.
Blood Type A
High School Student.
Art, Design, Computer, Japan.
Surabaya, Indonesian.

Libels//Anabel
ヂノ すき です!






The adventure on the Jalan Raya


Hari jum'at kemaren adalah hari yang biasa-biasa aja.
Sekolah, ulangan, pulang, main.
Semua berlari biasa aja (krn terasa cepat, jdinya berlari, bukan berjalan).
Sampai...

Aku mau les.
Tetep menjalani ritual biasa sebelum les.
Mandi, udah.
Pake baju, udah.
Tas dan segala perlengkapannya, udah.
Karena semua udah oke, maka, aku pun berangkat.

Angin terasa kenceng bgt.
Sampe mataku pedih.

Lampu merah pertama.
Fine.
Aq ngaca-ngaca di spion. Narsis. Emang.

Lampu merah kedua.
Ngaca lagi.
Fine.

Lampu merah ketiga.
Ngaca lagi.
Fine.

(ini postingan jadi intinya ngaca mulu. Payah dah!)

setelah lampu merah ketiga mendekati lampu merah ke empat (lampu merahnya ada brapa seh?) aku menyadari sesuatu.
HELM!
Aq lupa pake helm!
Mampus!
Pantesan anginnya kenceng banget!
Di lampu merah berikutnya ada pos polisi yg ktanya polisinya teges banget!
Mampus, mampus!

Jadi, aq berharap polisinya rabun ato gangguan mata lainnya sambil nundukin kepala.
Mata terpejam.
Mulut komat-kamit.
Kemudian menyemburkan air kpada pasien.
Gak ding!
Emang mbah dukun apa?!

Aku membuka mata setelah dirasa sudah ngelewatin tuh pos polisi.
Save!
Iyyaiy!

Kebahagiaan gak berlangsung lama.
Aku menyadari ada polantas yg mesti mangkal di pertigaan deket Revee.
Dan itu sudah dekat!
Mampus lagi!
(wew, nyawaku banyak!)

aku menundukkan kepala lagi.
Tp ga mejemin mata smbil komat-kamit.
Berharap kali ini polisinya juga rabun dan gangguan mata.

Sepeda motor jalan terus.
Pertanda baik.
Gak ditilang.
Save lagi.

Itu tadi polisi yg terakhir.
Rasa-rasanya kok polisinya pada rabun semua.
Tp gapapa deh.
Alhamdulillah.

Akhirnya, aq sampe di tempat les dgan tanpa ditilang.
Hehehe.

Pulangnya -karena ibuku dah sadar aq gak bawa helm- lewat jalan lain. Pokoknya menghindari jalan raya.
Jadi, aq sampe dirumah dgan selamat.
=)